Selasa, 03 Agustus 2010

Farmasi Inggris Serukan Berhenti Total Merokok Saat Ramadhan




BEN RAVILIOUS
Farmasi Inggris Serukan Berhenti Total Merokok Saat Ramadhan
Dua Muslim asik mengobrol di merokok di sudut kota Licester, Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Perusahaan farmasi Inggris, The Co-Operative Pharmacy, menyarankan kepada komunitas muslim di negara itu untuk tidak merokok selama bulan puasa. Alasannya, kadar nikotin dalam rokok memancing emosi, cepat marah hingga rasa mengantuk selama puasa. Oleh karena itu, perusahan farmasi tersebut berniat membantu komunitas muslim untuk benar-benar tidak merokok selama puasa dan berlanjut meski tak lagi Ramadan.

Menanggapi inistiatif tersebut pengurus Dewan Muslim Inggris (MCB) menyambut baik inistiatif itu dan segera merekomendasikan komunitas muslim di Inggris untuk mengurangi rokok secara menyeluruh. Namun, mereka juga mendesak semua muslim untuk tidak membuat keputusan sendiri terkait pengubahan dosis obat dalam rangka menekan kebiasaan merokok.

"Perlu bimbingan dari dokter atau apoteker dan meminta praktisi kesehatan lokal untuk bekerja sama dengan masjid dan pusat Islam untuk mendidik masyarakat," ungkapnya seperti dikutip dari Asiannews, 2 Agustus.

Sementara itu, direktur utama The Co-Operative Pharmacy, Mandeeo Mudhar mengatakan tahun lalu pihaknya coba membantu sejumlah muslin untuk berhenti merokok selama bulan ramadhan. Bantuan itu berupa konsultasi kepada ahli tentang pemanfaatkan momentum puasa untuk berhenti merokok secara total.

"Kami sangat mengapresiasi pentingnya pemahaman kebudayaan dan sensitivitas dalam kaitannya dengan kepercayaan masyarakat," ujarnya. "Kami tidak membuat sebuah asumsi melainkan mencoba untuk merekomendasikan komunitas muslim agar berkonsultasi dengan ahli farmasi mereka," tambahnya.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Agung Sasongko

Hizbullah akan Ikut Serang Israel Jika Pasukan Lebanon Diserang





Hizbullah akan Ikut Serang Israel Jika Pasukan Lebanon Diserang
Hassan Nasrallah

REPUBLIKA.CO.ID,BEIRUT--Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengingatkan para pendukungnya agar tidak lagi berpangku tangan jika Israel menyerang pasukan Lebanon. ''Bisakah perlawanan hanya berdiam diri dan memandangi angkatan darat (Lebanon) diserang?'' katanya dalam pidatonya yang disebarkan lewat video di depan ribuan pendukungnya di wilayah Beirut Selatan, Selasa (3/8) waktu setempat.

Nasrallah meminta pasukannya untuk bersiaga menyerang Israel jika pasukan zionis itu melanjutkan serangannya terhadap pasukan Lebanon. ''Kita akan potong tangan Israel yang hendak menjangkau pasukan Lebanon,'' ancamnya.

Pidato yang berisi sikap Hizbullah itu berkaitan dengan insiden baku-tembak yang menewaskan empat orang antara pasukan Lebanon dan Israel, disampaikan Hassan Nasrullah juga dalam rangka memperingati empat tahun Perang Hizbullah-Israel tahun 2006. Perang selama 34 hari itu berakhir pada 14 Agustus. Namun pemimpin Hizbullah itu menyampaikan pidatonya lebih cepat karena datangnya Bulan Suci Ramadhan pekan depan.

Berkaitan dengan insiden kontak tembak di wilayah perbatasan utara kedua negara itu, seorang perwira senior Angkatan Bersenjata Israel (IDF) dipastikan tewas. Selain menewaskan seorang perwiranya, sumber militer Israel menyebutkan, seorang perwira lain yang berpangkat kapten juga menderita luka serius dalam insiden tersebut.

Dua tentara Lebanon dan seorang wartawan juga tewas dalam kontak senjata yang terjadi Selasa siang di dekat Kibbutz Misgav Am, seksi perbatasan paling utara Israel, itu. Perwira IDF yang tewas dalam insiden itu bernama Letkol Dov Harari (45).

Kepala AD Israel untuk Komando Utara, Mayjen Gadi Eisenkot, mengatakan pasukannya terjebak dalam apa yang disebutnya sergapan awal para penembak jitu pasukan AD Lebanon. ''Kita bicara soal insiden sangat gawat di mana dua orang komandan menjadi korban,'' katanya kepada wartawan di Kota Kiryat Shmona.

Red: Budi Raharjo
Rep: Antara

Sabtu, 24 Juli 2010

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bahwa setiap sertifikasi halal di Indonesia bagi sebuah produk, terbuka untuk umum, baik produk dalam negeri maupun luar negeri. Namun, produk itu harus memenuhi empat persyaratan utama dari MUI.

''Hal ini terkait para pengusaha dari Cina yang sangat gencar mengajukan sertifikat halal untuk produknya,'' ujar Ketua Umum MUI, Amidhan Shaberah, Jumat (23/7).

Empat persyaratan tersebut, kata Amidhan, pertama, jika ingin memasukkan produk di Indonesia, harus terlebih dahulu diajukan oleh organisasi Islam di negara asal produk tersebut.

Kemudian, organisasi Islam tersebut pun harus memiliki dewan fatwa minimal dengan tiga orang ulama syariat dan grup scientist ahli pangan minimal dua orang. Persyaratan ketiga, kata Amidhan, organisasi tersebut pun harus dapat membantu perkembangan masjid, madrasah, dan Islam setempat.

''Terakhir, manajemen dan kantor organisasi Islam itu harus memadai karena selama ini ada yang cuma bawa cap halal ke mana-mana,'' jelas Amidhan.

Karena itu, Amidhan memastikan, untuk memasukkan produk ke Indonesia itu terbuka untuk seluruh dunia, asal mampu memenuhi syarat itu. Karenanya, menurut dia, belakangan ada keinginan dari Cina Islamic Association yang meminta MUI menunjuk lembaga sertifikasi halal di Cina. "Tapi belum kami kabulkan,'' tegasnya.

BULETIN RUMAH MEDIA BEM FAI EDISI 1